Definisi :
Dua kalimat disebut ekuivalen (secara logika) jika dan hanya jika keduanya mempunyai nilai kebenaran yang sama untuk semua subtitusi nilai kebenaran masing-masing kalimat penyusunnya. Jika A dan B adalah kalimat-kalimat yang ekuivalen, maka dituliskan seperti pada Persamaan 1
A ≡ B (1)
Contoh
1. ¬(¬A) ≡ A
2. ¬(A∧B) ≡¬A∧¬B
Dalam membuktikan ekuivalensi P ≡ Q, ada 3 macam cara yang bisa dilakukan:
1. P diturunkan terus menerus (dengan menggunakan hukum-hukum yang ada), sehingga akhirnya didapat Q
2. Q diturunkan terus menerus (dengan menggunakan hukum-hukum yang ada), sehingga akhirnya didapat P
3. P dan Q masing-masing diturunkan secara terpisah (dengan menggunakan hukum-hukum yang ada), sehingga akhirnya sama-sama didapat R.
Sebagai aturan kasar, biasanya bentuk yang lebih kompleks yang diturunkan ke bentuk yang lebih sederhana.
Lebih lengkap dapat di download : Download
Source : File PDF Dosen Bahasa Logika Informatika (Achmad Fauzan, M.Si)
Dua kalimat disebut ekuivalen (secara logika) jika dan hanya jika keduanya mempunyai nilai kebenaran yang sama untuk semua subtitusi nilai kebenaran masing-masing kalimat penyusunnya. Jika A dan B adalah kalimat-kalimat yang ekuivalen, maka dituliskan seperti pada Persamaan 1
A ≡ B (1)
Contoh
1. ¬(¬A) ≡ A
2. ¬(A∧B) ≡¬A∧¬B
Dalam membuktikan ekuivalensi P ≡ Q, ada 3 macam cara yang bisa dilakukan:
1. P diturunkan terus menerus (dengan menggunakan hukum-hukum yang ada), sehingga akhirnya didapat Q
2. Q diturunkan terus menerus (dengan menggunakan hukum-hukum yang ada), sehingga akhirnya didapat P
3. P dan Q masing-masing diturunkan secara terpisah (dengan menggunakan hukum-hukum yang ada), sehingga akhirnya sama-sama didapat R.
Sebagai aturan kasar, biasanya bentuk yang lebih kompleks yang diturunkan ke bentuk yang lebih sederhana.
Lebih lengkap dapat di download : Download
Source : File PDF Dosen Bahasa Logika Informatika (Achmad Fauzan, M.Si)







